Faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifan kader posyandu dalam usaha perbaikan gizi keluarga di puskesmas

Faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifan kader posyandu dalam usaha perbaikan gizi keluarga di puskesmas:

Keberadaan  kader  dianggap  penting  dan  mempunyai  peran  besar  dalam penyampaian  informasi  kesehatan  kepada  masyarakat.  Namun  keberadaan  kader relatif labil karena partisipasinya bersifat sukarela sehingga tidak ada jaminan bahwa para kader akan tetap menjalankan  fungsinya dengan baik seperti yang diharapkan. Maka penelitian   ini bertujuan   mengetahui   faktor-faktor   yang mempengaruhi keaktifan kader posyandu dalam usaha perbaikan gizi keluarga di Puskesmas Langsa Baro Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa Tahun 2010.
Jenis  penelitian  ini  adalah  penelitian  diskriptif  dengan  pendekatan  cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kader posyandu di Puskesmas Langsa Baro Kota Langsa  dengan jumlah kader 160 orang. Sampel yang diambil sejumlah 61 orang yang diperoleh dengan  menggunakan teknik random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner. Data yang diperoleh dalam penelitian di analisa dengan uji linier regresi berganda dengan α 0,05.
Hasil  penelitian  dan  pembahasan  dapat  disimpulkan  faktor  pengetahuan memiliki hubungan yang signifikan terhadap keaktifan kader dengan nilai p value =
0,03 (p > α 0,05). Sedangkan delapan variabel yang lainnya (usia, status perkawinan, pekerjaan, pendidikan, pelatihan dan pembinaan, kelengkapan infrastruktur,
dukungan instansi terkait, penghargaan dan insentif) tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap keaktifan kader dalam kegiatan UPGK di Puskesmas Langsa Baro
Kota Langsa tahun 2010, dimana nilai p value < α.
Disarankan kepada Kepala Dinas Kesehatan mengusulkan kepada Walikota
untuk  melibatkan  tokoh  muspida  dan  muspika  maupun  perangkat  desa  untuk melakukan promosi dalam kegiatan UPGK, khususnya untuk memotifasi kader dan membangun kesadaran masyarakat agar lebih memahami pentingnya UPGK. Kepada Kepala Puskesmas hendaknya mengadakan pelatihan, supervisi dan evaluasi kegiatan secara  berkala  sehingga  mampu  memotivasi  kader  untuk  mengajak  masyarakat berperan aktif dalam kegiatan UPGK.
Kata Kunci : Faktor yang mempengaruhi, Keaktifan kader
The  existance  cadre  is  important  to  consider  and  to  have  a  rank  in  the conveying  information of health in the society. Although the existence of cadre is labile because the quality of participat is voluntary until their is no guarantee that the of cadre will be perform with a good function like which a wish. The purpose of this research  is  to  know  the  factors  which   influence  the  activity  cadre  in  The Implementation  of  the  Improvement  in  Family  Nutrient  (UPGK)  in  Puskesmas Langsa Baro District Langsa in 2010.
The kind of this research was the discriptif survey with the cross sectional
approach. The population in this research were the cadres in all whole posyandu in the Puskesmas  Langsa Baro district Langsa   with the number ofcadres 160 people. The sample that was taken by an amount 61 people who were accepted by using the random sampling. The instrument that was used in this research was questioner. The data that was accepted in the research was processed with the multiple regression test with α 0,05.
The result  of the research and discussion can be concluded the kowladge factor has  sicnificant relationship with the active cadre the mark p  value = 0,03 (p>0,05),  meanwhile  the  eight  another  variable  (age,  maritel  status,  accupation, knowladge, training and conseling, the completeness of the infrastructure, support by institution, appreciation and gift) ware not significant relationship to activity UPGK in Puskesmas Langsa Baro district Langsa in 2010, whare p value < α.
Suggestion to the Head official of public health service to Head of District to involve  the  Muspida  and  muspika  (council  for  sub-district  level  officials)  and perangkat desa (village  apparatus) to promote the UPGK activities, especially to motivate the cadres and make the community aware and understand more about the importance of UPGK. The head of puskesmas (Primary Health Center) is suggested to follow some training on supervision and gradual evaluation of the activities that they can motivate the cadres to ask the community to play and active in the UPGK activities.
Key words  : Factors to influence, active Cadres
Anda tertarikUntuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s