Model Kesehatan Untuk Semua (Health For All)

Model Kesehatan Untuk Semua (Health For All):

Model ini di perkenalkan WHO sejak tahun 1978. Model ini memungkinkan focus ditujukan pada wanita tersebut, keluarga dan komunitasnya. Model ini juga memberi kesempatan untuk  komunikasi antara bidan dari berbagai Negara. Pengaruh tersembunyi dari model ini pada kebanyakan kebijakan adalaha nyata dan ini mempunyai konsekuensi yang penting bagi praktek kebidanan.
Falsafah pokok yang mendasari dari model konsep ini  dinyatakan dalam DEKLARASI ALMA ALTA  tahun 1978 dan adalah suatu pernyataan yang mendukung definisi WHO tentang sehat. Sehat  (WHO) adalah suatu keadaan sejahtera secara fisik, mental dan social yang sempurna dan tidak hanya karena bebas dari penyakit  atau kecacatan. 
Sehat adalah hak azasi manusia yang fundamental dan pencapaian ketingkat yang tertinggi dari kesehatan yang dimungkinkan adalah tujuan social yang paling penting diseluruh dunia  yang realisasinya menuntut tindakan dari banyak sektor dan ekonomi disamping sektor kesehatan (WHO 1988).
Ewles dan Simnett (1992) mengidentifikasi 5 thema dalam gerakan Kesehatan Untuk Semua:
  • Kurangi ketidaksetaraan dalam kesehatan
  • Kesehatan positif melalui promosi kesehatan dan pencegahan penyakit
  • Partisipasi masyarakat
  • Kerjasama antara otoritas kesehatan , otoritas local dan lain- lainnya yang mempunyai pengaruh terhadap kesehatan
  • Fokus pada kesehatan primer sebagai basis utama dari system kesehatan.

Kesehatan primer dilukiskan  sebagai kendaraan untuk kesehatan, suatu pandangan yang sangat kontras dengan model medical yang berfokus pada ketentuan spesialistik, pelayanan berbasis dirumah sakit (Mac Donald, 1993)
Pelayanan Kesehatan Primer (Primary Halth Care) adalah suatu pelayanan kesehatan yang essensial berdasarkan ilmu pengetahuan yang dapat diandalkan  dan dapat diterima oleh masyarakat dan secara teknis dapat diterima  secara universal untuk individu maupun keluarganya dalam masyarakat  melalui partisipasi penuh dan dengan biaya yang dapat dijangkau oleh masyarakat dan negerinya  untuk mempertahankan setiap tingkatan dalam perkembangan dalam semangat mandiri dan menentukan nasib sendiri. Itu membentuk  suatu bagian integral dari system pelayanan kesehatan. Yang mana fungsi  sentral dan focus utama, dan pengembangan menyeluruh  secara social dan ekonomi masyarakat itu. Itu adalah kontak lapis pertama dari individu, masyarakat dengan system kesehatan nasional membawa kesehatan sedekat mungkin dimana orang hidup  dan bekerja dan membentuk unsur  perta dari suatu proses pelayanan kesehatan berkesinambungan (WHO, 1988)
Model Kesehatan Untuk Semua/HFA dan definisi dari Pelayanan Kesehatan Primer meliputi 5 konsep (WHO 1988):
  1. Keadilan ketentuan pelayanan kesehatan oleh pencakupan universal dari populasi dengan pemberian pelayanan berdasarkan kebutuhan.
  2. Pelayanan harus promotive, preventive, curative dan rehabilitatif dan beragam pelayanan yang terintegrasi (pelayanan dibawah satu atap).
  3. Pelayanan harus efektif dan dapat diterima secara cultural, terjangkau dan dapat ditangani, jadi  pelayanan harus memenuhi  kebutuhan dalam cara yang dapat diterima oleh populasi tersebut dan pelayanan harus dimonitor dan ditangani secara  efektif.
  4. Masyarakat harus dilibatkan dalam pengembangan, ketentuan dan monitor dari pelayanan, jadi pengadaan pelayanan kesehatan adalah tanggungjawab seluruh masyarakat dan kesehatan dilihat sebagai suatu kontribusi terhadap perkembangan masyarakat secara keseluruhan.
  5. Kolaborasi secara intersektoral yaitu bahwa kesehatan dan pelayanan kesehatan tidak melulu  tergantung pada pelayanan kesehatan tetapi juga sipengaruhi oleh factor- factor lain seperti perumahan, polusi lingkungan, persediaaan makanan.

Disamping  ke-5 konsep ini ada 8 area tindakan yang telah teridentifikasi untuk mencapai Kesehatan Untuk Semua melalui pelayanan kesehatan primer. Ke-8 area tindakan itu;
  1. Pendidikan mengenai masalah kesehatan umum dan metoda untuk  mencegah dan pengendaliannya.
  2. promosi persediaaaan makanan dan nutrisi yang sesuai
  3. Peesediaan air yang cukup dan aman dan sanitasi dasar
  4. Kesehatan ibu dan bayi termasuk Keluarga Berencana
  5. Imunisai
  6. Pencegahan dan pengawasan penyakit endemic
  7. Pengawasan yang sesuai terhdap penyakit umum dan cedera
  8. Pengadaan obat essensuial (Morley et al, 1989)

Kesehatan ibu dan anak teridentifikasi sebagai dalam model Kesehatan Untuk Semua sebagai suatu area kunci dalam tindakan untuk mencapai Kesehatan Untuk Semua, tetapi ini juga dapat dilihat bahwa ke-5 konsep yang di garis bawahi mempunyai pengaruh dalam asuhan terhadap ibu melahirakan.
Tindakan yang dilakukan individu, organisasi maupun pemerintah yang mengambil pendekatan kesehatan Untuk Semua akan sangat berlawanan dengan  tindakan yang diambil individu, organisasi dan pemerintah yang menganut pendekatan medical. Begitu pula dalam pelayanan kesehatan ibu bersalin dan bayi.
Pelaksanan HFA masih banyak hambatan termasuk dinegara maju seperti UK, terutama terintegrasinya multi sector untuk mencapai HFA. Suatu tantangan yang besar untuk mencapai HFA ini dalam pelayanan maternitas adalah menurunkan angka Kematian Ibu  yang masih tinggi yaitu 500.000 kematian setiap tahunnya diseluruh dunia. Salah satu cara yang ditempuh dalam meningkatkan pelayanan yang diterima para ibu adalah dengan meningkatkan pengetahuan para dukun Beranak. Dukun beranak adalah orang- orang yang paling banyak bersama wanita selama proses persalinan. Insiatif ini memberikan  pelatihan untuk para dukun dan juga  termasuk Bidan yang melatih para Dukun. 
Tiga pesanan (Unicef) yang berhubungan dengan kesehatan ibu dan dapat diterapkan pada diseluruh dunia adalah:
  1. Kesehatan untuk ibu dan bayi dapat ditingkatkan secara nyata dengan menjarangkan kehamilan paling sedikit berjarak 2 tahun, dengan menghindari kehamilan sebelum 18 tahun dan membatasi total kehamilan 4 kali.
  2. Mengurangi bahaya bersalin, semua wanita hamil harus pergi ke petugas kesehatan untuk memeriksa antenatal dan semua persalinan harus ditolong oleh orang terlatih.
  3. ASI adalah satu- satunya makanan dan minumaan  bayi yang terbaik. Bayi butuh makanan tambahan disamping ASI apabila bayi sudah berumur 4-6 bulan.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s