Gambaran Pengetahuan Ibu tentang Imunisasi Polio di Puskesmas


KTI SKRIPSI
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI POLIO DI PUSKESMAS

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Penyakit polio merupakan salah satu penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. Pemerintah telah menargetkan bahwa penyakit polio sudah harus terberantas terutama di Jawa, Bali dan Sumatera. Dengan mengintensifkan imunisasi polio pada anak-anak yang berumur 2-11 bulan. Untuk mencapai maksud tersebut maka, oleh instansi yang berwenang sedang dikaji beberapa hal yang berhubungan dengan pelaksanaan yang ada terhadap program imunisasi yang sudah dilaksanakan sekarang ini. Beberapa masalah timbul di negara-negara yang sudah lama melaksanakan program imunisasi polio dengan oral vaksin. Salah satunya adalah bahwa ternyata respon imun terhadap virus vaksin polio dari anak-anak yang tinggal di daerah kumuh sangat rendah, yang mungkin disebabkan karena intervensi dari virus enterol lain non polio yang prevalensinya didaerah kumuh cukup tinggi (Momimes, 2002)
Menurut data yang ada dari kejadian-kejadian wabah yang terjadi selama ini pada kasus paralise karena poliomyelitis paling banyak menyerang anak-anak umur dibawah 3 tahun. Hasil-hasil penelitian serologis poliomyelitis dibeberapa tempat di Indonesia juga menunjukan bahwa antara 20-60% anak yang berumur kurang dari 3 tahun tidak mempunyai kekebalan sama sekali terhadap ketiga tipe virus polio (Momimes, 2002) .
Berdasarkan hasil survei demografi kesehatan Indonesia pada tahun 2002/2003 angka kematian bayi sebesar 35 per 1000 kelahiran hidup. Umumnya bayi yang lahir diperkotaan mempunyai angka kematian lebih rendah dari pada yang lahir di pedesaan. Kematian bayi yang menjadi penyebab utamanya adalah infeksi oleh sebab itu dapat dicegah dengan pemberian imunisasi polio (Nasution,2008)
Jika dibandingkan dengan angka nasional maka angka kematian bayi di Sumatera Utara untuk tahun 2004, relatif lebih tinggi dibandingkan dengan angka kematian bayi berkisar 48 per 1000 kelahiran hidup. Pemberian imunisasi untuk tumbuh kembang anak sangat penting terutama untuk mengurangi morbilitas sebanyak 44 anak dan mortalitas sebanyak 14 anak yang tidak mendapat imunisasi polio. Dengan dilaksanakannya imunisasi maka kita harapkan dapat dicegah timbulnya penyakit-penyakit yang menimbulkan cacat dan kematian. ( Soetjiningsih, 1995).
Pada umumnya tanggung jawab untuk mengasuh anak diberikan pada orang tua khususnya ibu. Pengetahuan ibu tentang dampak anak yang tidak mendapat imunisasi polio dipengaruhi oleh faktor pendidikan, tingkat penghasilan dan kebiasaan. Sehingga dengan adanya faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan ibu diharapkan adanya perubahan perilaku yang diharapkan dapat terwujud. Timbulnya kesadaran, kemampuan untuk hidup sehat disamping faktor sosial ekonomi masyarakat maupun dipihak tenaga kesehatan (Hilman, 2005).
Menurut data Depkes sampai tanggal 17 juli 2005 telah dilaporkan 291 kasus lumpuh layu ,  setelah dilakukan pemeriksaan yang di tunjuk , jumlah kasus politik polio liar berjumlah 149 anak dan telah tersebar 10 kabupaten di 4 provinsi. Di provinsi jawa barat , kasus polio liar di temukan di sukabumi  bogor , cianjur , bekasi. Di provinsi banten di temukan di lebank , serang  serta tangerang. Di jawa tengah di kabupaten demak , sedangkan di lampung di temui tanggamus dan lampung barat .
Virus polio liar bisa menybabkan lumph atau kematian . virus ini di bawa melalui kotoran manusia dan penyebab melalui air, virus polio liar ini sangat menular dan biasanya menyerang anak – anak balita . hanya sekitar 20 tahun yang lalu,  polio melumpuhkan 1000 anak setiap harinya dan hampir di setipa Negara di dunia tetapi pada tahun 1998 , gerkan anti polio dunia di canangkan .
Pada awal maret tahun 2005 , Indonesia muncul kasus polio pertama selam satu dasar warsa artinya,  reputasi bebas polio yang di sandang selama 10 tahun hilang ketika seorang berusia 20 bulan di jawa barat sangat terjankau penyakit (Pikas 2005).
Berdasarkan hal tersebut di atas penulis merasa tertarik mengadakan penelitian tentang “ Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Polio di Puskesmas “.
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah ‘’Bagaimanakah Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Polio Di Puskesmas ?’’.
C. Tujuan Penelitian
C.1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang imunisasi Polio di Puskesmas .
C.2. Tujuan Khusus
a.    Untuk mengetahui pengetahuan ibu balita  tentang imunisasi  Polio di Puskesmas berdasarkan Umur.
b.    Untuk mengetahui Pengetahuan ibu tentang imunisasi  polio di Puskesmas berdasarkan Pendidikan.
c.    Untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang deteksi anak yang   tidak  dapat Imunisasi    Polio  di Puskesmas berdasarkan Pekerjaan.
D. Manfaat Penelitian
D.1. Bagi Ibu
Sebagai bahan masukan dan informasi kepada ibu agar lebih memahami dan lebih mengetahui Imunisasi polio di Puskesmas.
D.2. Bagi Peneliti
Sebagai penambah wawasan dan pengalaman bagi peneliti dan juga sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan di Akademi Kebidanan.
D.3. Bagi Institusi Pendidikan
Bagi Institusi pendidikan Akbid dapat digunakan sebagai bahan bacaan diperpustakaan yang mana dapat dimanfaatkan oleh semua mahasiswa/i Akbid.

silahkan download KTI SKRIPSI  
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI POLIO DI PUSKESMAS

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s