Pengaruh Pemberian Penyuluhan Imunisasi BCG dengan Minat Ibu dalam Mengimunisasikan BCG pada Bayinya

KTI SKRIPSI
PENGARUH PEMBERIAN PENYULUHAN IMUNISASI BCG DENGAN MINAT IBU DALAM MENGIMUNISASIKAN BCG PADA BAYINYA

ABSTRAK

Di Indonesia TBC masih merupakan masalah utama kesehatan masyarakat dan penyebab utama kematian nomor satu untuk penyakit infeksi. Di Indonesia, program imunisasi terdiri atas Program Pembangunan Imunisasi (PPI). Selama ini program imunisasi wajib meliputi BCG, imunisasi wajib ini telah dilaksanakan di unit-unit pelayanan kesehatan maupun swasta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui minat ibu sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan imunisasi BCG dan menganalisa pengaruh pemberian penyuluhan imunisasi BCG dengan minat ibu dalam mengimunisasikan bayinya. Peneliti menggunakan desain pra eksperimen (pra-pasca test), populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi usia 0-2 bulan yang belum diimunisasi BCG di Desa. Hasil data yang telah dianalisa dengan menggunakan uji Wilcoxon dengan melakukan 2 perlakuan pada subyek yang sama. Berdasarkan hasil penelitian dari 12 responden didapatkan minat ibu sebelum dilakukan penyuluhan 8 orang (66,67%) dalam kategori baik dan sesudah penyuluhan meningkat menjadi 11 orang (9 1,67%) dalam kategori baik. Dan setelah melalui analisa data ternyata didapat T hitung > T tabel, ini berarti ada pengaruh pemberian penyuluhan terhadap minat ibu untuk mengimunisasikan BCG pada bayinya.
Kata Kunci : Penyuluhan, Imunisasi BCG

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Visi Indonesia Sehat yaitu pembangunan manusia Indonesia yang berwawasan kesehatan, dan untuk mendukung visi tersebut perlu dilakukan strategi paradigma sehat sebagaimana yang direncanakan oleh pemerintah perkembangan masyarakat menuju era globalisasi dan diikuti dengan perubahan yang sangat cepat di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). (Pusdiknakes.2007)
Di Indonesia TBC masih merupakan masalah utama kesehatan masyarakat dan penyebab utama kematian nomor satu untuk penyakit infeksi (Suhardi. 2006). Di Indonesia, program imunisasi terdiri atas Program Pengembangan Imunisasi (PPI). Selama ini program imunisasi wajib meliputi BCG, imunisasi wajib ini telah dilaksanakan di unit-unit pelayanan kesehatan maupun swasta (Burzi, Fransisco. 2006). Imunisasi BCG wajib diberikan, seperti diketahui, di Indonesia termasuk negara endemis TB dan satu negara dengan penderita TB tertinggi di dunia (Vina dan Vani. 2008).
Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) merupakan
salah satu penyebab kematian bayi di Indonesia. Oleh karena itu, Depkes menganjurkan agar semua anak sebelum berusia 1 tahun telah mendapatkan imunisasi lengkap yaitu antara lain 1 kali imunisasi BCG (Cahyono, Kurniawan Dedi. 2003).

Diperkirakan 32% jumlah bayi di Jawa Timur belum melaksanakan kegiatan imunisasi. Rencananya pemerintah propinsi Jatim akan menuntaskan proses imunisasi bayi pada tahun 2009. Gubernur Jatim Imam Utomo, Rabu (12/9/2006) mengatakan, di Jatim jumlah bayi tercatat sebanyak 627 ribu bayi. Dari jumlah itu ternyata yang melakukan imunisasi baru 68%, sisanya 32% belum. Menurutnya, bayi yang belum diimuniasi akan rentan berbagai macam penyakit. Untuk mencegah hal itu, perlu dituntaskan program imunisasi agar kondisi bayi sehat dan terhindar dari berbagai penyakit (Infokomjatim@gmail.com.2007)
Orang tua harus mengetahui kapan, dimana dan berapa kali anaknya mendapatkan imunisasi. Orang tua juga harus mengetahui bahwa pemberian imunisasi aman bagi anak, bahkan pada saat anak sakit ringan, cacat fisik / mental atau mengalami malnutrisi. Oleh karenanya pemahaman tentang program ini sangatlah diperlukan untuk kalangan tersebut (Mardiansyah, Deni. 2008).
Berdasarkan studi pandahuluan pada bulan Januari – Maret di Desa, didapatkan sasaran bayi yang harus diimunisasi BCG : 23. Selama triwulan (Januari – Maret) bayi yang diimunisasi BCG : 10 (9,7%). Dan seharusnya target yang harus dicapai 22,5% selama triwulan ini.
Berdasarkan latar belakang inilah penulis berkeinginan untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh pemberian penyuluhan imunisasi BCG dengan minat ibu dalam mengimunisasikan BCG pada bayinya di Desa Kecamatan Kota.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut “Apakah ada pengaruh pemberian penyuluhan imunisasi BCG dengan minat ibu dalam mengimunisasikan BCG pada bayinya ?”.

1.3 Tujuan Penelitian
1.3.1 Tujuan Umum
Mengetahui adanya pengaruh pemberian penyuluhan imunisasi BCG dengan minat ibu dalam mengimunisasikan BCG pada bayinya.
1.3.2 Tujuan Khusus
1.3.2.1 Mengetahui minat ibu sebelum diberi penyuluhan imunisasi BCG.
1.3.2.2 Mengetahui minat ibu sesudah diberi penyuluhan imunisasi BCG.
1.3.2.3 Menganalisa pengaruh pemberian penyuluhan imunisasi BCG dengan minat ibu dalam mengimunisasikan BCG pada bayinya.

1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1 Bagi Peneliti
Menambah pengetahuan dan mendapatkan pengalaman yang nyata dalam melakukan penelitian, guna melaksanakan kajian tentang hubungan pemberian penyuluhan imunisasi dengan minat ibu untuk mengimunisasikan bayinya.

1.4.2 Bagi Institusi Pendidikan
Menambah informasi tentang pemberian imunisasi BCG di Desa, sehingga berguna untuk mengembangkan penelitian selanjutnya.
1.4.3 Bagi Petugas / Tenaga Kesehatan
Sebagai bahan masukan / informasi bagi petugas kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan.

silahkan download KTI SKRIPSI
PENGARUH PEMBERIAN PENYULUHAN IMUNISASI BCG DENGAN MINAT IBU DALAM MENGIMUNISASIKAN BCG PADA BAYINYA

KLIK DIBAWAH 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s