Pengaruh Pemberian Standar Diet DM dalam Konsultasi Gizi terhadap Pengendalian Kadar Glukosa Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe 2

KTI SKRIPSI
Pengaruh Pemberian Standar Diet DM dalam Konsultasi Gizi  terhadap Pengendalian Kadar Glukosa Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe 2

ABSTRAK

     Prevalensi Diabetes Melitus (DM) di Indonesia terus meningkat. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan tentang standar diet disertai sikap dan kesadaran yang rendah untuk berdiet, menyebabkan asupan zat gizi tidak terkontrol. Konsekuensinya kadar glukosa darah sulit dikendalikan. Untuk mencegah dan menanggulangi masalah ini diberikan konsultasi gizi dengan standar diet.

    Penelitian bertujuan Untuk mengetahui pengaruh konsultasi gizi dengan standar diet terhadap pengendalian asupan zat gizi, dan kadar glukosa darah.Pada pasien rawat jalan pada poliklinik gizi kabupaten tahun .

    Rancangan Penelitian: Kuasi eksperimen dengan desain Pre and post test Control group Design. Subyek penelitian adalah pasien DM tipe 2 yang berobat jalan di .Subyek dibagi 2 kelompok perlakuan, kelompok Intervensi diberikan konsultasi gizi dengan standar diet, protap penyuluhan dan leaflet, kelompok kontrol diberikan konsultasi tanpa standar diet.

    Hasil Penelitian ini adalah Asupan energi rata-rata tidak ada perbedaan yang bermakna antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol (Energi 0.209, Protein 1.000 dan lemak 0.383), hanya karbohidrat yang memiliki perbedaan yang nyata atau bermakna (0.038). Dengan demikian hipotesis pertama dapat diterima yaitu pemberian standar diet dalam konsultasi gizi akan dapat mengendalikan asupan zat gizi pasien DM yang menjalani rawat jalan di Kab. .Pembuktian perbedaan kadar gula darah puasa pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol dilakukan dengan uji mann-Whitney test hasil yang ditunjukkan untuk kadar GDP awal tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok intervensi dan kontrol (p>0.05), sedangkan untuk GDP kelompok intervensi setelah konsultasi gizi gula darah berubah dan terdapat terdapat perbedaan yang nyata atau bermakna (0.026). Sedangkan kelompok kontrol setelah konsultasi gula arah juga menunjukkan adanya perubahan namun tidak bermakna (0.209)

    Berdasarkan hasil penelitian maka penulis menarik kesimpulan bahwa Pengendalian asupan zat gizi dan kadar glukosa darah pada kelompok yang diberi konsultasi gizi dengan standar diet lebih baik dibanding kelompok yang diberi konsultasi gizi tanpa standar diet..

BAB I
PENDAHULUAN

 A. Latar Belakang
Dengan bertambahnya angka harapan hidup bangsa Indonesia, perhatian masalah kesehatan mulai beralih dari  penyakit infeksi ke penyakit degeneratif. Selain penyakit jantung koroner dan hipertensi, diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit degeneratif yang saat ini makin bertambah jumlahnya di Indonesia ( Suyono, 1999).
Peningkatan pendapatan perkapita dan perubahan gaya hidup terutama di kota-kota besar mengakibatkan peningkatan prevalensi penyakit DM. Dari berbagai penelitian epidemiologi di Indonesia didapatkan prevalensi DM sebesar 1,5 – 2,3 % pada penduduk usia lebih dari 15 tahun. Di kelurahan Kayu putih Jakarta (urban) pada tahu 1993 didapatkan prevalensi DM tidak tergantung insulin atau non insulin dependent diabetes mellitus (NIDDM) sebesar 5,6%, di Ciamis (rural) pada tahun 1995 didapatkan prevalensi NIDDM 1,1%. Hasil dari suatu penelitian epidemiologis di Manado didapatkan prevalensi DM 6,1%
(Perkeni, 1998).
Pada tahun 2000 diperkirakan jumlah penderita DM di dunia mencapai 306 juta jiwa. Di Kawasan Asean  diperkirakan akan mengalami pola peningkatan yang serupa. Demikian juga halnya di Indonesia, dimana pada tahun 2010 dengan asumsi prevalensi DM sebesar 4% dan jumlah penduduk berusia 20 tahun mencapai 178 juta, maka diperkirakan pada tahun tersebut penduduk Indonesia yang menderita DM mencapai 7 juta, Mc Carty & Zimmet, 1993 (Soegondo,1999).
Melihat adanya kecenderungan kenaikan prevalensi DM di berbagai daerah yang terutama disebabkan oleh peningkatan kemakmuran, perubahan gaya hidup dan bertambah panjang usia harapan hidup, maka dapat dipahami bila dimasa yang akan datang DM dengan komplikasinya akan berkembang menjadi salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian di Indonesia (Pusat Diabetes & Lipid FKUI-RSCM, 1999).
DM jika tidak dikelola dengan baik akan dapat megakibatkan terjadinya berbagai komplikasi dan penyakit menahun seperti penyakit serebrovaskuler, penyakit jantung koroner, penyakit pembuluh darah tungkai, penyakit pada mata, ginjal dan syaraf. Dengan penatalaksanaan yang sesuai, baik secara medis maupun nutrisional, kadar gula darah dan berat badan dapat dipertahankan senormal mungkin. Jika kadar gula darah dan berat badan dapat selalu dikendalikan dan dipertahankan dalam keadaan normal, diharapkan timbulnya komplikasi dan berbagai penyakit menahun tersebut dapat dicegah, paling sedikit dihambat (Waspadji, 1999).
Pada keadaan normal, glukosa darah diatur sedemikian rupa oleh insulin yang diproduksi oleh sel beta pankreas, sehingga kadarnya di dalam darah selalu dalam keadaan batas aman, baik pada keadaan puasa maupun sesudah makan. Pada keadaan DM, tubuh relatif kekurangan insulin sehingga pengaturan kadar glukosa darah menjadi kacau. Akibatnya terjadi gejala-gejala DM yaitu : Polidipsia, poliuria, lemas dan berat badan menurun. Kalau hal ini dibiarkan berlarut-larut dapat berakibat terjadinya kegawatan DM seperti ketoasidosis diabetik yang sering mengakibatkan kematian (Waspadji, 1999).
Penyakit DM ini terdiri dari beberapa jenis atau tipe. Dari berbagai jenis atau tipe tersebut, NIDDM merupakan tipe terbanyak yaitu 90-95 % (Sukmaniah,2000).
Di dalam konsensus pengelolaan DM di Indonesia yang telah disusun oleh Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (perkeni) tahun 1993 dan direvisi tahun 1998, telah dicantumkan bahwa salah satu pilar dari empat pilar utama pengelolaan DM adalah penyuluhan/konsultasi gizi. Konsultasi gizi, dimana salah satu paketnya adalah pemberian standar diet merupakan salah satu dasar dan prinsip pengelolaan dalam upaya pengobatan dan pencegahan DM. pemberian standar diet yang tepat dan dilengkapi dengan formulir daftar  makanan penukar serta didukung dengan penjelasan secara rinci, diharapkan pasien DM memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan yang memadai dalam mengaplikasikan diet sehari-hari.
Pasien DM yang memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan yang memadai tentang standar diet yang tepat serta mengaplikasikannya dalam diet sehari-hari, diharapkan kadar glukosa darah dan berat badan dapat dikendalikan dengan baik, sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut. Sebaliknya penderita DM yang memiliki pengetahuan yang rendah tentang diet yang sesuai disertai sikap dan kesadaran yang rendah untuk berdiet diperkirakan kadar glukosa darahnya sulit terkontrol demikian juga halnya berat badan, sehingga akan menjurus kepada cepatnya terjadi komplikasi dan mempercepat progresifitasnya. Hal  ini  akan  merupakan  beban  bagi  keluarga  dan  masyarakat
( Sukmaniah, 2000).

 B. Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian singkat dalam latar belakang permasalahan di atas maka dapat dirumuskan masalah (pertanyaan-pertanyaan penelitian) sebagai berikut :
1.    Apakah pemberian standar diet dalam konsultasi gizi akan dapat mengendalikan asupan zat gizi pasien DM yang menjalani rawat jalan di ?
2.    Apakah pemberian standar diet dalam konsultasi gizi akan dapat memperbaiki pengendalian kadar glukosa darah pasien DM yang menjalani rawat jalan di ?

C.Tujuan Penelitian
C.1. Tujuan Umum
Mengetahui Pengaruh pemberian standar diet dalam konsultasi gizi terhadap pengendalian asupan zat gizi, kadar glukosa darah dan berat badan pasien DM yang menjalani rawat jalan di kabupaten .
C.2. Tujuan Khusus
1. Mengukur besar perbedaan asupan zat gizi (Energi, Protein, lemak dan Karbohidrat) pada pasien DM sebelum dan sesudah konsultasi gizi dengan pemberian standar diet.
2. Menilai besar perbedaan kadar glukosa Darah pasien DM sebelum dan sesudah menerima konsultasi gizi dengan standar diet.

D. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang pengaruh pemberian standar diet dalam konsultasi gizi terhadap pengendalian asupan zat gizi,kadar glukosa darah dan berat badan pasien DM yang menjalani rawat jalan di .Kadar glukosa darah dan berat badan merupakan indikator yang obyektif keberhasilan pengobatan DM melalui terapi (nutrisianal) disamping obat-obatan (medis). Jika intervensi ini ternyata dapat mempengaruhi asupan zat gizi, pengendalian kadar glukasa darah pasien DM rawat jalan, maka diharapkan dapat dijadikan rekomendasi bagi pihak manajemen rumah sakit khususnya untuk dapat menerapkan pemberian standar diet bagi setiap pasien DM rawat jalan.
Secara teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah khasanah  ilmu pengetahuan serta dapat dimanfaatkan sebagai kajian pustaka dalam hal penatalaksanaan pasien melalui pemberian standar diet dalam konsultasi gizi dan aplikasinya dalam upaya mencapai dan mempertahankan kadar glukosa darah dan berat badan yang normal, yang pada akhirnya diharapkan dapat mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut pada diabetes melitus.

silahkan download KTI SKRIPSI
Pengaruh Pemberian Standar Diet DM dalam Konsultasi Gizi  terhadap Pengendalian Kadar Glukosa Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe 2

KLIK DIBAWAH 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s